Well, semua orang pasti sudah tahu kericuhan DPR saat memungut suara mengenai Kasus Century.
Mereka ricuh karena berpendapat kalau pendapat merekalah yang paling benar. Sungguh konyol. DPR yang demikian benar-benar dewan perwakilan rakyat dalam arti yang sebenarnya. Mereka dengan sukses mewakili citra sebagian besar masyarakat Indonesia yang egois dan cenderung memaksakan kehendaknya masing-masing, serta mengandalkan fisik dalam mengatasi masalah. Bayangkan, hal yang biasa kita lihat di kampung-kampung terekspos dengan jelas di gedung MPR-DPR, dan parahnya hal tersebut disaksikan jutaan orang di seluruh Indonesia!
Saya pernah membaca suatu artikel di kompasiana, dan saya menemukan suatu pendapat menarik. Ada pendapat yang mengatakan bahwa penunjukkan orang-orang pansus yang berasal dari kalangan non-ekonom sangatlah konyol. Bukankah sebaiknya anggota Pansus diambil dari kalangan yang kompeten (para ekonom)? Hal tersebut bagaikan berkonsultasi penyakit mata kepada dokter gigi.
Sungguh, hal ini hanya bisa terjadi di Indonesia. Negaraku yang kaya.
Showing posts with label Natioanalism. Show all posts
Showing posts with label Natioanalism. Show all posts
Saturday, March 6, 2010
Thursday, October 1, 2009
2 Oktober, Hari Batik Nasional
Well, sudah sekian minggu sejak post terakhir. Lupa mengucapkan selamat Idul Fitri pula. Ya sudah, off to main topic.
Batik Indonesia
Besok (2 Oktober 2009), adalah hari dimana UNESCO menetapkan Batik sebagai warisan budaya Indonesia. Rencananya, UNESCO akan menyampaikan secara resmi batik sebagai warisan dari budaya Indonesia esok, di Abu Dhabi.
Sebenarnya, apakah itu batik? Menurut wikipedia.com, kata batik meruju pada teknik pebuatan corak, bisa menggunakan canting atau pun cap, yang kemudian dicelupkan kepada pewarna setelah sebelumnya diberikan Wax untuk menahan masuknya bahan pewarna pada bagian yang diinginkan.
Canting serta proses membatik
Saat ini batik telah ditemukan di berbagai negara di Asia. Namun, tetap, batik layak dikatakan sebagai warisan budaya kita karena konon, batik berkembang di Indonesia, dan berkat imigran asal Indonesialah, batik terdapat dimana-mana. Juga kita harus berterima kasih kepada pemimpin Orde Baru, Soeharto, yang memperkenalkan batik kepada dunia.
Kita merasa bangga bila kita memakai produk mahal seperti Dior, Armani, atau pun yang lainnya. Tapi terkadang kita malu untuk memakai batik. Hal itu amatlah disayangkan. Sudah seharusnya kita bangga mengenakan batik dalam kegiatan-kegiatan kita.
Diresmikannya batik sebagai warisan budaya seharusnya menjadi suatu bekal negara kita untuk terus mempertahankan serta melestarikan warisan budaya, entah dari perkembangan jaman, mau pun dari klaim negara lain.
Mari kita kenakan batik! Setidaknya tanggal 2 besok, sebagai wujud apresiasi kita terhadap budaya negeri kita tercinta. Kenali warisan budayamu, cintai warisan budayamu!
Friday, September 18, 2009
Noordin M. (S)Top(ped)
Congratulation to Kepolisan RI for their achievement of killing Indonesia's Most Wanted Terrorist. I do hope that this achievement is the beginning of the end of terrorism in Indonesia. Noordin had been killed yesterday during Polri's Operation yesterday at Solo.
For further info about this, just google it. I hate to blab much here.
This post should have been posted yesterday, but, well, anyway..
For further info about this, just google it. I hate to blab much here.
This post should have been posted yesterday, but, well, anyway..
Thursday, August 13, 2009
Dimanakah nasionalisme?
Nasionalisme, sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan nasionalisme? Nasionalisme bisa disebut sebagai satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Tampakkah nasionalisme di pribadi setiap warga negara Indonesia?
Masyarakat Indonesia memang sudah merdeka secara status, dan sekali lagi, ya, mereka memang merdeka secara fisik,namun mental belum secara mental! Seiring dengan berjalannya waktu, rasa nasionalisme itu semakin menghilang! Apalagi dalam diri para pemuda-pemudi Indonesia, mereka cenderung tidak menghargai bangsanya sendiri! Nilai nasionalisme yang (diharapkan) tertanam pada saat sumpah pemuda sekitar 80 tahun yang lalu nyaris terlihat. Ada 2 poin penting mengapa saya dapat berkata demikian: tidak adanya rasa rasa cinta akan tanah air serta cinta akan produk dalam negeri.
Banyak pemuda(di) yang tidak memiliki rasa cinta akan tanah airnya, salah satunya adalah teman saya, sangat tidak menghargai kenyataan bahwa dia lahir, besar, hidup, di dan sebagai orang Indonesia, yang tentu saja tinggal di Indonesia! Dia bahkan secara terang-terangan berkata bahwa dia sama sekali tidak berharap lahir sebagai orang Indonesia! Teman saya adalah salah satu contoh pemuda yang kehilangan rasa nasionalismenya.
Kedua,banyak pemuda yang tidak menghargai karya anak bangsa, bahkan meremehkan karya-karya tersebut. Sebagai contoh, karena saya banyak berkutat dalam dunia film, saya akan mengambil film sebagai contohnya. Para pemuda sering kali lebih memilih film-film impor dibandingkan film-film lokal. Alasannya, mereka beranggapan bahwa film-film impor lebih bagus dibandigkan dengan film-film lokal, padahal tidak semua anggapan itu benar! Banyak film-film Indonesia yang secara kualitas lebih baik dibandingkan dengan film-film impor. Kalau ada film lokal yang bagus, untuk apa menonton film impor yang tidak meyakinkan?
Untuk menutup postingan kali ini, saya hanya dapat berkata, bahwa sangatlah disayangkan bahwa seorang warga negara, apalagi seorang pemuda tidak memiliki rasa nasionalismenya, itu dapat diartikan bahwa orang tersebut tidak menghargai keadaan dirinya. Untuk itulah, seharusnya rasa nasionalisme mulai ditanamkan dalam diri setiap jiwa muda Indonesia. Tanamkan spirit: Proud To Be Indonesian. Proud To Be Indonesian!
Masyarakat Indonesia memang sudah merdeka secara status, dan sekali lagi, ya, mereka memang merdeka secara fisik,namun mental belum secara mental! Seiring dengan berjalannya waktu, rasa nasionalisme itu semakin menghilang! Apalagi dalam diri para pemuda-pemudi Indonesia, mereka cenderung tidak menghargai bangsanya sendiri! Nilai nasionalisme yang (diharapkan) tertanam pada saat sumpah pemuda sekitar 80 tahun yang lalu nyaris terlihat. Ada 2 poin penting mengapa saya dapat berkata demikian: tidak adanya rasa rasa cinta akan tanah air serta cinta akan produk dalam negeri.
Banyak pemuda(di) yang tidak memiliki rasa cinta akan tanah airnya, salah satunya adalah teman saya, sangat tidak menghargai kenyataan bahwa dia lahir, besar, hidup, di dan sebagai orang Indonesia, yang tentu saja tinggal di Indonesia! Dia bahkan secara terang-terangan berkata bahwa dia sama sekali tidak berharap lahir sebagai orang Indonesia! Teman saya adalah salah satu contoh pemuda yang kehilangan rasa nasionalismenya.
Kedua,banyak pemuda yang tidak menghargai karya anak bangsa, bahkan meremehkan karya-karya tersebut. Sebagai contoh, karena saya banyak berkutat dalam dunia film, saya akan mengambil film sebagai contohnya. Para pemuda sering kali lebih memilih film-film impor dibandingkan film-film lokal. Alasannya, mereka beranggapan bahwa film-film impor lebih bagus dibandigkan dengan film-film lokal, padahal tidak semua anggapan itu benar! Banyak film-film Indonesia yang secara kualitas lebih baik dibandingkan dengan film-film impor. Kalau ada film lokal yang bagus, untuk apa menonton film impor yang tidak meyakinkan?
Untuk menutup postingan kali ini, saya hanya dapat berkata, bahwa sangatlah disayangkan bahwa seorang warga negara, apalagi seorang pemuda tidak memiliki rasa nasionalismenya, itu dapat diartikan bahwa orang tersebut tidak menghargai keadaan dirinya. Untuk itulah, seharusnya rasa nasionalisme mulai ditanamkan dalam diri setiap jiwa muda Indonesia. Tanamkan spirit: Proud To Be Indonesian. Proud To Be Indonesian!
Friday, July 24, 2009
Taman Nasional Komodo
Remember my post about Komodo National Park, nominated as one of the world's 7natural wonder? If don't click here.
Right, the latest news I have is, Komodo National Park made it through the next phase or the 3rd phase among with other 27 nominees. Komodo National Park beat around 440 other nominees from 220 different country. Oh, by the way, this phase, is the final phase, and the next elimination will be held next year (2010).
Keep support Komodo National Park as one of the next world's 7natural wonder. If you have voted before, we should wait till next year (we're allowed to vote once a year), but if you haven't, what are you waiting for?
Click new7wonder.com, follow the step, and submitt. We're going to have it again!
Proud to be Indonesian!
Right, the latest news I have is, Komodo National Park made it through the next phase or the 3rd phase among with other 27 nominees. Komodo National Park beat around 440 other nominees from 220 different country. Oh, by the way, this phase, is the final phase, and the next elimination will be held next year (2010).
Keep support Komodo National Park as one of the next world's 7natural wonder. If you have voted before, we should wait till next year (we're allowed to vote once a year), but if you haven't, what are you waiting for?
Click new7wonder.com, follow the step, and submitt. We're going to have it again!
Proud to be Indonesian!
Subscribe to:
Posts (Atom)