Monday, October 5, 2009

Something To Unite Us

There are things to unite people. No matter how good or how bad it is, that uniting things, are exist. I'm gonna speak, reflecting on what I saw today at school.


Topics, are one of the best things to unite people! You might not know who in the world he/she was, but soon after you realize that you have or you like something in common, you might be friend with him/her.

It doesn't happen always, but usually it is! For example, a friend of mine who likely to speak to others classmate (she only talks to her close friends only in class) now is starting to blend with them. Because of what? K-Pop! Can't you imagine that?

For boys, usually things to unite them are topics around football (soccer) or basketball.

Things to unite them may be funny or unrealistic, but it really unite them!
So? United We Stand!

Thursday, October 1, 2009

2 Oktober, Hari Batik Nasional

Well, sudah sekian minggu sejak post terakhir. Lupa mengucapkan selamat Idul Fitri pula. Ya sudah, off to main topic.

Batik Indonesia

Besok (2 Oktober 2009), adalah hari dimana UNESCO menetapkan Batik sebagai warisan budaya Indonesia. Rencananya, UNESCO akan menyampaikan secara resmi batik sebagai warisan dari budaya Indonesia esok, di Abu Dhabi.

Sebenarnya, apakah itu batik? Menurut wikipedia.com, kata batik meruju pada teknik pebuatan corak, bisa menggunakan canting atau pun cap, yang kemudian dicelupkan kepada pewarna setelah sebelumnya diberikan Wax untuk menahan masuknya bahan pewarna pada bagian yang diinginkan.

Canting serta proses membatik

Saat ini batik telah ditemukan di berbagai negara di Asia. Namun, tetap, batik layak dikatakan sebagai warisan budaya kita karena konon, batik berkembang di Indonesia, dan berkat imigran asal Indonesialah, batik terdapat dimana-mana. Juga kita harus berterima kasih kepada pemimpin Orde Baru, Soeharto, yang memperkenalkan batik kepada dunia.

Kita merasa bangga bila kita memakai produk mahal seperti Dior, Armani, atau pun yang lainnya. Tapi terkadang kita malu untuk memakai batik. Hal itu amatlah disayangkan. Sudah seharusnya kita bangga mengenakan batik dalam kegiatan-kegiatan kita.

Diresmikannya batik sebagai warisan budaya seharusnya menjadi suatu bekal negara kita untuk terus mempertahankan serta melestarikan warisan budaya, entah dari perkembangan jaman, mau pun dari klaim negara lain.

Mari kita kenakan batik! Setidaknya tanggal 2 besok, sebagai wujud apresiasi kita terhadap budaya negeri kita tercinta. Kenali warisan budayamu, cintai warisan budayamu!

Friday, September 18, 2009

Noordin M. (S)Top(ped)

Congratulation to Kepolisan RI for their achievement of killing Indonesia's Most Wanted Terrorist. I do hope that this achievement is the beginning of the end of terrorism in Indonesia. Noordin had been killed yesterday during Polri's Operation yesterday at Solo.

For further info about this, just google it. I hate to blab much here.

This post should have been posted yesterday, but, well, anyway..

Tips Menghadapi Libur Lebaran

Libur (singkat) telah tiba! Hore, Hore! Dalam kehidupan sekolah, lebaran merupakan rentetan libur paling singkat, dengan durasi sekitar 10-14 hari (di sekolah swasta).


Apa saja yang sebaiknya dilakukan sepanjang liburan ini?

1. Pergi jalan-jalan ke luar negeri.
Ini adalah hal yang sebaiknya dilakukan, karena perjalanan dalam negeri tidak direkomendasikan karena padatnya arus mudik masyarakat. Meski demikian, liburan ke luar negeri akan jadi melelahkan karena pendeknya durasi liburan, dan sangat tidak dianjurkan mengunjungi negara yang jauh seperti negara-negara di Eropa atau Amerika.


2. Keliling kota.
Anda tinggal di Jakarta? Inilah saatnya untuk menikmati seluk beluk kota Jakarta, karena selama lebaran, Jakarta akan menjadi sepi dan sangat nyaman. Pergilah ke Menteng, nikmati Kota Tua, kelilingilah!

3. Mencicil pekerjaan sekolah/kantor.
Ini tidak begitu disarankan, namun sepanjang liburan dapat diisi dengan mencicil pekerjaan yang ada. Hitung-hitung mengurangi stress saat waktu kerja/sekolah tiba.



4. Lakukan Hobi anda.
Stress selama bekerja? Liburan singkat seperti ini akan menjadi menyenangkan serta menyegarkan jika diisi dengan hobi anda.

5. Istirahat TOTAL
Anda letih karena pekerjaan anda? Stress? Pastinya. Istirahatlah di rumah, habiskan waktu dengan keluarga anda. Istirahat dapat dilakukan dengan cara bermalas-malasan, tidur, nonton tv dll dsb dst.


Nah, jangan bingung mau ngapain selama liburan. Syukurilah liburan ini!
PS: Tips ini hanya berlaku bagi mereka yang tidak mudik.

Monday, September 14, 2009

Pesimis vs Optimis

Optimis dan pesimis. Saya rasa itu adalah hal yang umum dimiliki semua orang, dan keduanya memiliki sifat yang berlawanan.


Sering kali orang beranggapan bahwa sifat optimis itu baik karena dengan bersikap optimis, kita dapat berjuang dengan sepenuhnya tanpa gentar, sedangkan, berkebalikan dengan sikap optimis, pesimis, sering pula orang beranggapan bahwa seseorang yang bersifat pesimis adalah seorang yang kalah sebelum bertanding, karena ia hanya memikirkan segala sesuatu dengan negatif.

Pandangan ini memang ada benarnya, namun, tidak selamanya pandangan tersebut benar. Sifat pesimis itu ada baiknya dikembangkan!

Ada kalanya optimisme bersifat menghancurkan. Contohnya, seseorang sudah begitu yakin akan mendapat nilai bagus di ulangan/ujiannya, ia merasa bisa dan yakin akan hasil pekerjaannya, namun jika didapatinya nilai nya mengecewakan, ada kemungkinan ia akan jatuh, dan sulit untuk bangkit, sedangkan orang yang pesimis dengan catatan ia tetap berjuang semaksimal mungkin, tidak akan mudah hancur.

Dari kasus tersebut terlihat, jika seorang yang optimis, bila ia berhasil ia akan senang, namun, orang yang pesimis, apabila ia berhasil, ia akan sangat senang, karena ia takkan menyangka akan mendapat keberhasilan itu. Sedangkan di kala gagal, optimis dapat menghancurkan, sedangkan orang pesimis ketika mendapati kegagalan tidak akan jatuh sebanyak orang optimis.

Jadi, dapat disimpulkan, pesimis itu baik, asalkan kita tetap berusaha semaksimal mungkin. Karena ada orang bijak berkata:

"Mengapa harus menyerah kalau masih boleh dan bisa pasrah?"
-Joger-

Notes: Pasrah itu juga salah satu ciri pesimisme yang baik untuk diterapkan. xD

Sunday, September 13, 2009

Customers ARE the King

There are aphorism said that the customer is the king, but I have to say that the customers are the king.Meaning? All of the customers are the king, so the store/restaurant have to serve all the customers, not one.

Yesterday, after one of my friend's 17th party, me and my fellow schoolmate went to the PX Pavilion, to enjoy some evening at J.Co. It was 10.25 pm. In front of me, there are groups of people, who are busy to buy J.Co's yogurts. It took them, what, about 5 to 10 minutes to make up their mind. That time, only 1 cashier available out of 2. Soon after, they finally made up their choice, they pay it. When I thought it was my time, one of them interrupted the payment, in order to order another Americano Coffee. A moment we were ready to order, I heard there were machines being shut. We ordered some beverages, but the cashier told us, the machines had been turned off, and we can't order beverages anymore!

Because of this Yogurt, I can't have my Tea!

Disappointed, we left, without buying anything. In my opinion, they should wait, at least till we, the last customer in line, because all of the customers are the king. If they did that, they would earn some more, and we could enjoy the evening better.

For the others, yes, you are the king, but pay respect to the other customers as well. Don't make them disappointed. Be kind!

Friday, September 11, 2009

Citra oh citra.

Pertama-tama, saya tidak sedang berbicara tentang kompleks perumahan Citra! Kedua, saya juga tidak berbicara apa pun yang berhubungan dengan label Citra milik Ciputra. Yang saya bicarakan adalah citra yang memiliki hubungan dengan integritas.

Meskipun sudah sering melihat, mendengar berita mengenai buruknya birokrasi di Indonesia, baru pada hari ini, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bahwa birokrasi di negeri tercinta ini lebih dari buruk, sudah sangat bobrok kalau boleh dibilang.

Betapa buruknya hal tersebut dapat dilihat dengan jelas apabila anda membuat SIM (surat izin mengemudi) di Samsat. Hampir semua orang yang datang untuk membuat SIM dengan menggunakan perantara (baca: calo). Biasanya dibutuhkan sekitar Rp.500,000.00 untuk membuat SIM dengan bantuan perantara. Pada awalnya saya berpikir bahwa uang dengan jumlah demikian digunakan sepenuhnya untuk para perantara, namun dengan mendatangi sendiri samsat, saya mengerti, bahwa jumlah yang telah disebutkan digunakan untuk melicinkan proses (baca: menyogok) pembuatan SIM. Bayangkan saja, normalnya untuk membuat SIM membutuhkan waktu sekitar 2-4 jam, sedangkan saya bersama dengan beberapa teman saya hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 jam, dan kami melewati semua prosedur yang melelahkan.
Samsat Dan Mogot

Saat berada di Samsat, saya memperhatikan perantara kami yang bergerak ke sana kemari. Segeralah saya mengerti maksud dari gerakannya. Si perantara ternyata mengurus segala proses, dengan memberikan pelicin pada setiap orang yang bertugas di bagian-bagian yang terlibat.

Hal inilah yang membuat saya heran. Padahal setibanya di Samsat, terpampang dengan jelas poster yang melarang kita membuat SIM dengan perantara, namun masih saja masyarakat (termasuk saya sendiri) menggunakan jasa perantara. Hal ini menunjukkan identitas sebagian besar dari masyarakat negeri ini yang bukan hanya tidak ingin repot, namun juga tidak mengindahkan peraturan yang ada.
Poster yang hanya diam tanpa ada yang mengindahkan isinya.

Hal ini juga cukup bisa untuk dimaklumi, melihat para petugas yang mau-maunya menerima pelicin, serta sulitnya membuat SIM dengan proses normal (konon, untuk berhasil, datang sekali tidaklah cukup, kira-kira 4 kali datanglah, masing-masing biaya yang dikeluarkan @ 125k) cukuplah menunjukkan citra dari bangsa ini yang cukup dikenal dengan budaya KKN. Ternyata terbukti bahwa Korupsi terjadi di setiap tingkatan pemerintahan.

Sedih melihat hal ini menjadi sangat umum di masyarakat. Sebagian masyarakat hanya bisa mengkritik (seperti saya sendiri), sering kali tidak membuat tindakan yang nyata. Mari, kita ubah citra bangsa kita yang terkenal akan budaya korupsinya, dengan sebisa mungkin menjauhi (harus, bukan sebisa mungkin!) budaya ini. Citra tersebut bisa diubah apabila kita mengubah integritas kita terlebih dahulu dan hal ini bisa dimulai sejak dini oleh para generasi muda. Kalau bukan kita,para generasi muda, siapa lagi?